Teknologi Komunikasi

Anda pasti pernah atau bahkan telah terlalu sering mendengar, atau membaca tulisan yang menyebutkan "sekarang kita telah hidup didunia digital", "sekarang adalah eranya teknologi komunikasi", "orang-orang yang bisa survive dalam konteks kekinian adala mereka yang menguasai teknologi komunikasi", dan berbagai tulisan maupun pernyataan lain yang menyingung tentang betapa pentingnya teknologi komunikasi.
Apa sebenarnya teknologi komunikasi itu? Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyaman hidup manusia. sedangkan komunikasi dalam arti sederhana adalah proses penyampaian pesan dari komunikator(penyampai pesan) kepada komunikan(orang yang ditujukan untuk pesan tersebut) dengan menggunakan media.
Jadi, teknologi komunikasi berarti segala jenis perangkat atau peralatan hasil rekayasa manusia, yang digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, atau pesan kepada orang lain, dengan tujuan agar pesan tersebut dalam proses penyampaiannya bisa dimaksimalkan, seefektif dan seefisien mungkin.
Kemajuan teknologi komunikasi yang semakin hari semakin pesat telah ikut meningkatkan produktifitas manusia dalam berbagai bidang. Hal ini dikarenakan komunikasi selalu menjadi bagian penting dari semua bidang pekerjaan yang digeluti oleh manusia, pekerjaan apapun itu. Dengan meningkatnya teknologi komunikasi ini, banyak hal yang bisa dimaksimalkan oleh manusia dalam hal pemanfaatannya. Baik itu waktu, materi, membangun relasi, dan sebagainya.
Dalam dunia marketing communication misalnya, teknologi komunikasi kemudian mampu melahirkan "budaya" baru orang-orang marcom dalam melakukan aktifitas marketingnya. Budaya baru yang dimaksud misalnya kecenderungan melakukan pendekatan dan komunikasi kepada konsumen melalui media-media virtual, pelibatan langsung konsumen dalam aktifitas pemasaran dan manajemen produsen, dan lain-lain. Sehingga kemudian lahirlah istilah new media, yakni media-media baru yang sifanya "wajib" digunakan dalam proses marketing, tidak terlepas dari efektifitas dan efisiensi oleh media itu sendiri dalam menyentuh target audience produsen barang dan jasa tersebut.
Tentunya penggunaan teknologi ini tetap harus dalam batas "wajar" dan "semestinya" sehingga tidak akan menjadi bumerang bagi penggunanya yang bukan bukan berperan dalam peningkatan kinerja dan produktifitas manusia, sebaliknya malah menjadi faktor penghambat produktifitas itu sendiri dikarenakan teknologi komunikasi menjadi sebuah "candu" yang tidak mampu dibendung penggunaannya.
Inilah sedikit gambaran untuk pengenalan teknlogi komunikasi, dan dalam artikel-artikel berikutnya akan kami sajikan tulisan lebih mendlaam tentang teknologi komunikasi ini.



Tentang Satelit
Dalam Wikipedia berbahasa Indonesia dijelaskan tentang pengertian satelit yakni sebagai benda yang yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu.  Berdasarkan jenisnya, satelit dapat dibagi menjadi dua macam yakni satelit buatan dan satelit alam.
-          Satelit alam adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya,, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.
-          Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
Dalam tulisan ini kemudian akan dibahas tentang satelit buatan sebagai salah satu bagian dari bukti kemajuan ilmu pengetahuan manusia.
Beberapa klasifikasi satelit buatan manusia, diantaranya :
1.      Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
2.      Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.
3.      Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.
4.      Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.\
5.      Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
6.      Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.
7.      Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.
8.      Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

Lebih jauh dijelaskan tentang jenis-jenis orbit satelit berdasarkan ketinggian orbitnya, namun perlu diketahui bahwa sebenarnya satelit mampu mengorbit pada ketinggian berapapun :
1.      Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 - 1500km di atas permukaan bumi.
2.      Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 - 36000 km.
3.      Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
4.      Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
5.      Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.


Satelit Komunikasi
Sedikit lebih terperinci tentang Satelit Komunikasi akan kami uraikan pada tulisan ini.
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa Satelit Komunikasi adalah satelit buatan manusia yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.  Satelit komunikasi pada hakekatnya merupakan stasiun relay yang ditempatkan diatas Bumi dengan tujuan untuk menerima, memperkuat, dan meneruskan sinyal analog yang ia terima dan mengubahnya menjadi sinyal digital maupun frekuensi radio. Artinya bahwa Satelit Komunikasi adalah satelit yang memiliki peran utama dalam menjalankan aktifitas komunikasi modern manusia yang hampir semuanya selalu menggunakan perangkat elektronik.
Untuk layanan tetap (point to point), Satelit Komunikasi menggunakan teknologi serat kabel optik, yang juga  digunakan dalam komunikasi bergerak seperti komunikasi kapal, pesawat terbang, handheld, dan lain-lain, dimana teknologi konvensional seperti kabel tidak mungkin melakukannya.
Berbagai macam satelit pun telah dikembangkan untuk mendukung operasional komunikasi ini.Jika pada tahun 1962 AT&T Telstar telah mengorbitkan satelit komunikasi pertamanya, kini setelah beberapa puluh tahun kemudian telah berkembang setidaknya empat macam satelit komunikasi yang akan mempermudah pola komunikasi modern manusia.
-          Jenis satelit pertama adalah satelit yang biasa dipergunakan untuk keperluan siaran broadcast televisi.
-          Sedangkan satelit jenis yang kedua adalah satelit yang dipergunakan untuk keperluan GPS (Global Positioning System) yang hingga kini total telah memakai sekitar 24 satelit di dunia dengan prinsip kerja menggunakan konsep triangulasi. GPS sendiri sebenarnya merupakan sebuah pengembangan teknologi yang telah sukses diaplikasikan oleh militer Amerika Serikat selama lebih dari tiga dekade terakhir.
-          Satelit jenis ketiga adalah satelit yang dirancang untuk melakukan pelayanan keperluan telepon seluler dan beragam jenis layanannya dengan cara menggunakan transmisi satelit sebagai pengganti transmisi microwave antar negara. Ide dasar dari satelit komunikasi ini adalah untuk mengatasi keterbatasan station microwave di bumi. Satelit komunikasi ini berfungsi sebagai station relay microwave yang mengorbit di sekitar bumi.
-          Jenis Satelit Komunikasi yang keempat merupakan jaringan satelit kecepatan tinggi yang berorbit rendah sehingga memungkinkan para pengguna di bumi melakukan proses pertukaran data dengan lebih cepat. Satelit ini menjadi sangat penting untuk dikembangkan, mengingat masih banyak masyarakat kita yang belum terjangkau layanan Internet kecepatan tinggi, TV kabel dan berbagai pengembangan teknologi Internet satelit lainnya. Dengan pengembangan teknologi satelit ini pula, akan memungkinkan kita untuk mengirimkan dan menerima paket data maupun suara melalui telepon dengan kecepatan setara dengan Internet Broadband
Dari keempat jenis satelit komunikasi diatas, dapat kita pahamid dengan jelas bahwa bentuk komunikasi manusia dari hari ke hari tidak hanya sebatas hubungan penyampaian pesan orang-orang perorangan, atau kelompok per kelompok, tetapi lebih dari itu komunikasi telah menjadi sesuatu yang kompleks karena telah menyentuh bermacam-macam pihak dengan berbagai hal yang ingin disampaikan sebagai inti dari komunikasi. Namun disisi lain, bahwa satelit diatas dibuat tentu saja untuk memudahkan komunikasi manusia yang secara langsung akan mempermudah manusia melakukan berbagai hal di berbagai aspek kehidupan.
Setidaknya ada tujuh keunggulan dari penggunaan satelit dalam mendukung operasional komunikasi manusia, diantranya :
1.      Universal, artinya satelit komunikasi dapat digunakan dimana saja. Sebuah satelit paling tidak mampu merangkum 1/3 luas permukaan Bumi. Selain itu biaya yang dibutuhkan jauh lebih sedikit dari biaya yang digunakan pada sistem komunikasi terestrial. Dengan konstelasi tiga satelit yang ditempatkan pada ketinggian tertentu maka seluruh permukaan Bumi dapat di jangkau
2.      Versatile, serba guna melalukan informasi dalam beragam bentuk, data, video, suara ataupun aplikasi multimedia lainnya dari sarana hiburan, sampai ke jaringan selular dan warta berita. Akibat sifat serbaguna ini penggunaan satelit berdampak pada banyak hal;
a) Memberikan kemudahan bagi dunia usaha dalam bertransaksi sekaligus melayani banyak pengguna secara simultan
b) Memunculkan inovasi dan regulasi baru yang semakin lepas dari pengaturan kekuasaan
c) Infrastruktur komunikasi akan tersebar ke seluruh pelosok tanpa dibatasi oleh batas negara dan geografi. Menjadi alternatif pengganti sarana komunikasi terestrial dengan keunggulan teknologi yang lebih akurat dan biaya yang semakin murah
3.      Reliable, handal dan dapat dipercaya. Satelit merupakan sarana yang bisa membantu kebutuhan dunia usaha untuk melakukan kominikasi secara cepat dan akurat, terutama pada kondisi dimana jaringan internet protocol, IP terrestrial sering bertabrakan dengan bermacam topologi jaringan yang semrawut (congestion) dan parah (latency). Jaringan satelit dapat melayani ratusan lokasi dengan standard kualitas yang sama tanpa terhambat oleh batas-batas geografi
4.      Seamless, sempurna. Satelit sebagai media penyiaran membuat komunikasi terdistribusi secara simultan dan ideal dari sumbernya ke ribuan lokasi dalam tempo dan waktu yang bersamaan(real time)
5.      Fast, cepat tidak seperti komunikasi terrestrial yang lambat dan mahal. Jaringan satelit dapat menghubungkan kota, daerah dan tempat yang terisolir, melintasi daerah dimana penggunaan kabel tembaga dan serat optik menjadi mahal. Jaringan satelit dapat di set-up dengan cepat dalam melayani kebutuhan pasar
6.      Expandable, dapat diperluas skala jangkauannya termasuk juga kebutuhan akan lebar pita (bandwith), selain itu kebutuhan pengguna dapat dikoordinasikan dengan penjual dan pengembang dibandingkan dengan jaringan konvensional yang membutuhkan terminal baru yang tentu saja akan memerlukan biaya tambahan
7.      Flexible, satelit dengan mudah bisa diintegrasikan dengan cara melengkapi, menambah maupun memperluas jaringan komunikasi. Memberikan solusi atas

http://personal.fmipa.itb.ac.id/suryadi/files/2010/11/satelit-komunikasi-_orasi-ilmiah_denpasar30oktober2010.pdf


Radio dan TV Digital
Gaya hidup manusia dari hari ke hari semakin dimudahkan dengan perkembangan dibidang teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, dari perangkat rumah sampai pada keperluan untuk melakukan bisnis dalam skala besar. Dan salah satu kemajuan dibidang teknologi yang paling memengaruhi gaya dan kebutuhan hidup manusia adalah teknologi komunikasi dan informasi, dari yang bersifat pribadi sampai yang melibatkan banyak orang atau massa.
Radio adalah salah satu media komunikasi yang paling populer untuk menyampaikan ide dan gagasan dari pemberi pesan atau komunikator kepada penerima pesan atau komunikan dengan menggunakan media suara melalui frekuensi Amplitudo Modulation (AM) dan Frequency Modulation (FM). Dan sebagai salah satu bentuk teknologi modern, radio analog yang menggunakan frekuensi AM dan FM pun mengalami perkembangan baik dalam bentuk maupun kualitas layanannya.
Hari ini, kemudian dikenal istilah Radio Digital atau lebih tepatnya disebut DAB singkatan dari Digital Audio Broadcasting. DAB atau Digital Audio Broadcasting dirancang sejak awal tahun 1981 oleh konsorsium penyiaran Eropa di Institut für Rundfunktechnik (IRT). DAB merupakan sistem penyiaran radio digital dengan melalui aplikasi multiplexing dan teknik kompresi (codec), menggabungkan sejumlah audio/data stream kedalam satu kanal broadcast yang selanjutnya disebut sebagai DAB MUX (Multiplexer). Setiap station menempati slot di multiplexer dengan bit rate yang sama atau berbeda sesuai kebutuhan. Dengan adanya penggunaan kompresi (codec) pada siaran radio digital maka meningkatkan kualitas suara siaran juga memperlebar rentang frekuensi antar station karena siaran radio digital hanya memerlukan kurang lebih 60 KHz, sedangkan radio analog memerlukan 350 KHz.
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Radio Digital, diantaranya :
1. Memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan radio konvensional
2. Dilengkapi dengan layanan yang bersifat interaktif dan ubiquitous yang berarti kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja
3. Memiliki Single Frequency Network, sehingga pada satu kanal (saluran) dapat diisi oleh lima sampai enam program radio.
4. Spektrum sinyal pada radio digital juga lebih stabil dibanding pada radio konvensional.
5. Memiliki efisiensi daya pancar dan efisiensi infrastruktur, sehingga dapat meminimalisir biaya produksi.
Itulah beberapa diantara kelebihan yang dimiliki oleh radio digital, dengan berbagai keunggulan tersebut bukan hal yang mustahil jika keberadaan radio analog baik yang menggunakan frekuensi AM maupun FM secara perlahan akan bergeser dan tergantikan oleh ADB tersebut.
Di sisi lain pada media komunikasi audio visual yang lebih dikenal dengan nama televisi, telah muncul pula teknologi terbaru yang disebut dengan televisi digital. TV digital atau DTV menurut Wikipedia berbahasa Indonesia adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi.  DTV ini merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Lebih jauh disebutkan dalam Wikipedia berbahasa Indonesia bahwa ada beberapa hal yang memengaruhi perkembangan DTV, diantaranya :
  • Perubahan lingkungan eksternal
    • Pasar televisi analog yang sudah jenuh
    • Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
  • Perkembangan teknologi
    • Teknologi pemrosesan sinyal digital
    • Teknologi transmisi digital
    • Teknologi semikonduktor
    • Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi
Frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel (TV kabel digital), dan piringan satelit. Alat serupa telepon seluler digunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan internet berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet (IPTV).
Tidak jauh berbeda dengan Radio Digital, DTV atau TV Digital ini juga menawarkan kualitas dan jangkauan layanan yang lebih baik dari TV analog. Sehingga International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional  seperti yang telah disampaikan dalam Kompas.com telah memberi batas akhir (deadline) kepada seluruh negara di dunia, agar paling lambat, 17 Juni 2015 seluruh lembaga penyiaran melakukan penyiaran dengan digital.
Ini berarti bahwa jelas akan ada peralihan media dalam menikmati layanan Televisi, dari media yang dikenal dengan TV analog ke TV, ini juga berarti bahwa semua masyarakat yang selama ini telah menggunakan TV analog harus mengganti ke TV digital atau setidaknya menggunakan alat yang bisa menangkap siaran TV digital tersebut untuk dapat menikmati layanan televisi  seperti yang telah dirasakan selama ini bahkan dengan jangkauan siaran yang lebih beragam.


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar