Senin, 25 Juni 2012

Opini Publik


Menurut Cultip dan Center dalam sastropoetro (1987) seperti ditulis dalam masterpiece.blogspot.com, opini adalah suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial. Opini timbul sebagai hasil pembicaraan tentang masalah yang kontroversial, yang menimbulkan pendapat yang berbeda-beda. Dimana opini tersebut berasal dari opini-opini individual yang diungkapkan oleh para anggota sebuah kelompok yang pandangannya bergantung pada pengaruh-pengaruh yang dilancarkan kelompok itu.
Opini-opini individual tersebut kemudian dikenal dengan istilah opini publik. Karena Opini Publik terbentuk dari intregasi “personal opinion” banyak orang, maka Opini Publik cenderung telah bermukim pada suatu masyarakat yang melembaga, yang telah lengkap dengan mekanisme kepemimpinan maupun pengawasan komunikasi.
Ini berarti bahwa opini publik lahir sebagai respon banyak orang terhadap sesuatu yang kontroversial, respon tersebut berupa pikiran dan gagasan yang terbentuk dalam benak banyak orang dan disampaikan dalam diskusi sosial sehingga  melahirkan respon sikap yang seragam dalam menghadapi issue atau masalah yang kontroversi itu. Opini “bersama” itu muncul ketika kontroversi  yang terjadi tentu saja mampu memengaruhi banyak orang, terlepas dari pengaruhnya yang  positif maupun negative.
Dalam Wikipedia berbahasa Indonesia disebutkan, dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun mayoritas yang efektif (effective majority). Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial dimana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
  1. pengukuran kuantitatif terhadap distribusi opini.
  2. penelitian terhadap hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu permasalahan
  3. deskripsi tentang atau analisis terhadap peran publik dari opini public
  4. kajian baik terhadap media komunikasi yang memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media oleh pelaku propaganda dan manipulasi
Menurut Dan Nimmo, opini personal terdiri atas kegiatan verbal dan non verbal yang menyajikan citra dan interpretasi individual tentang objek tertentu, biasanya dalam bentuk isu yang diperdebatkan orang.
Opini publik memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. dibuat berdasarkan fakta, bukan kata-kata
2. dapat merupakan reaksi terhadap masalah tertentu, dan reaksi itu diungkapkan
3. masalah tersebut disepakati untuk dipecahkan
4. dapat dikombinasikan dengan kepentingan pribadi
5. yang menjadi opini publik hanya pendapat dari mayoritas anggota masyarakat
6. opini publik membuka kemungkinan adanya tanggapan
7. partisipasi anggota masyarakat sebatas kepentingan mereka, terutama yang terancam.
8. memungkinkan adanya kontra-opini.
Selanjutnya, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi  opini publik, diantaranya :
·         Pendidikan
·          kondisi Sosial
·          Kondisi Ekonomi
·         Ideologi
·         Organisasi
·         Media Massa

Jeremy Benthan menyatakan bahwa Opini Publik berfungsi sebagai social control (kontrol sosial) dan berperan sebagai dasar  dalam membangun negara demokrasi.
Selain itu, Emory S. Bogardus (1949:484) mengemukakan bahwa Opini Publik mempunyai tiga fungsi sebagai keutuhan dalam kehidupan sosial dan politik. Ketiga fungsi itu ialah:
(1)   Opini pubik dapat memperkuat undang-undang dan peraturan-peraturan, sebab tanpa dukungan pendapat umum, undang- undang dan peraturan-peraturan itu tidak akan berjalan;
(2)   Opini Publik merupakan pendukung moral dalam masyarakat; dan
(3)   Opini Publik dapat menjadi pendukung eksistensi lembaga-lembaga sosial dan lembaga-lembaga politik.
Hal diatas menggambarkan betapa pentingnya opini publik dalam eksistensi suatu Negara, tanpa adanya opini publik suatu Negara dengan konsep demokrasi bahkan tidak dapat terbentuk atau setidaknya bertahan lama dengan konsep itu. Alih alih melahirkan Negara demokratis, tidak adanya  opini publik bahkan hanya akan melahirkan pemerintahan yang otoriter dalam konsep Negara. Dalam konteks lain, opini publik juga berfungsi untuk memberikan pengertian dalam pikiran individu untuk berpikir lebih objektif dalam menanggapi suatu persoalan yang ada dalam tatanan masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar